Temanku,
Kurasa gelap sebelum tibamu,
Tiada haluan ingin ku tuju,
Tiada impian yang ku buru,
Tiada inspirasi ku jadi buntu,
Bagai menelaah tanpa guru,
Dalam kehidupan ku keliru,
Sahabatku,
Hadirmu disaat ku perlu,
Disaat ku perlu seorang pembantu,
Menjadi pendorong disaat ku layu,
Disaat aku jatuh terkedu,
Membangkit semangat yang hilang dulu,
Terus membara tak jadi abu.
Kekasihku,
Sempurna itu bukanlah aku,
Namun dalam tangis ku rayu,
Teruslah mendorongku tanpa jemu,
Kerna pengorbananmu membuatku terharu,
Kerna kasihmu selembut hembusan bayu,
Membuat ku terbang ke awan biru.
Isteriku,
Walau berat amanahmu dibahu,
Namun kau tetap tersenyum ayu,
Percayalah, bukan dibibirku menanam tebu,
Dihatiku hanya kaulah ratu,
Dalam doaku berseru,
Semoga sampai ke syurga kita disatu.