Diri ditakluki rasa,
Rasa yang membawa binasa,
Tapi bagaimana, diri tak bisa,
Menghapus rasa yang menyeksa,
Menyaksi persamaan gaya bahasa,
Mungkin kerna telah merasa selesa,
Terangkat tinggi sehingga ke angkasa,
Keadaan itu menciptakan mangsa,
Didalam lembut walau diluar raksasa,
Pahit manis hidup memang sudah perisa,
Luka dan sakit itu sudah biasa,
Rasa itu sebuah yang tak dapat dipaksa,
Bertarung dengan kudrat yang hanya sisa,
Sampailah saat terhenti masa.