Wednesday, 9 December 2020

Semalam

Semalam, 
Cintaku masih sehangat semalam,
Tak terpadam.

Semalam,
Ku luah semua yang terpendam
Dan mendalam,

Semalam,
bahtera indah ku bina tersergam,
Tak kan karam,

Semalam,
Buangkanlah semua yang hitam,
Kan tenteram,

Aral melintang,
hadir mendatang,
Cukup kau sorang,
Membuat ku tenang,

Jutaan bintang,
Di langit terbentang
Hanya kau sorang,
Berkelipan terang,

Ku sedar ku tak sempurna,
Tak mampu janji bahagia,
Hanya yang mampu ku kata,
Susah dan senang bersama,

Tiada gunung permata,
Namun ku punyai jiwa,
Tak hanya syukur bila bahagia,
Kerna syukur bahagia tercipta.

Thursday, 23 April 2020

Perjuangan

Perjuangan itu banyak jalan,
Setiap satu punya peranan,
Ada yang mengejar gelaran,
Ada yang mengejar harapan,
Ada yang mengejar kesenangan,
Ada yang mengejar ketenangan,
Namun tak semua sanggup menerima cercaan.

Mereka yang dahulu selalunya dihadapan,
Toleh belakang mereka lupakan,
Padahal ada yang juang bermatian,
Untuk pastikan yang dihadapan terbuka jalan,
Dibelakang berjuang dalam persembunyian,
Menerima hinaan datang tanpa kasihan,
Hinaan datang belakang dan depan.
Agar dihadapan berjuang tanpa ancaman,

Bukan salah mereka tiada keyakinan,
Mereka tak sedar apa yang dijuangkan,
Mereka tak nampak apa tujuan,
Mereka sangka juang ini tiada haluan,
Sedangkan suda awal perancangan,
Agar kemenangan dalam gengaman.

Tuesday, 3 March 2020

amuk

Belantara batu-batan mencipta hiruk,
Masa berlalu membela tanduk,
Hati kecil mencari penawar mabuk,
Saujana menghijau membisikan petunjuk,
Petunjuk yang menyampuk,
Sampuk yang menusuk,
Menusuk sehingga terkutuk,
Terkutuk hingga harus meninggalkan tampuk,
Tampuk yang patut mencipta tawaduk,
Namun tampuk itu jadi penyebab amuk,
Amuk yang merasuk,
Merasuk menentang penakluk,
Namun akhirnya tetap meringkuk,
Meringkuk sehingga membusuk,
Membusuk sehingga lapuk,
Lapuk yang tiada singgah menjenguk.

Sunday, 1 March 2020

Perjuangan

Perjuangan itu banyak jalan,
Setiap satu punya peranan,
Ada yang mengejar gelaran,
Ada yang mengejar harapan,
Ada yang mengejar kesenangan,
Ada yang mengejar ketenangan,
Namun tak semua sanggup menerima cercaan.

Mereka yang dahulu selalunya dihadapan,
Toleh belakang mereka lupakan,
Padahal ada yang juang bermatian,
Untuk pastikan yang dihadapan terbuka jalan,
Dibelakang berjuang dalam persembunyian,
Menerima hinaan datang tanpa kasihan,
Hinaan datang belakang dan depan.
Agar dihadapan berjuang tanpa ancaman,

Bukan salah mereka tiada keyakinan,
Mereka tak sedar apa yang dijuangkan,
Mereka tak nampak apa tujuan,
Mereka sangka juang ini tiada haluan,
Sedangkan suda awal perancangan,
Agar kemenangan dalam gengaman.

Thursday, 2 January 2020

Kereta Terbang

Kereta terbang,
Itukah semata penantian diambang?
Dekah tawa terus bergelumang,
Kerana hidup makmur dan senang,
Terhanyut lupa yang harus ditentang,
Bila yang digendong mula diganyang,
Baru melaung dicabar pantang,
Sesal tak guna walau pipi bergenang,

Kereta terbang,
Andai ada apakah dah menang?
Ataupun baru nak mula perang?
Digelar kolot bila kita lantang,
Sedangkan mereka bermulut lancang,
Mohon maaf bila amarah datang,
Kerna sifat kita memaaf sewenang,
Dihadapan mereka bermain wayang,
Termakanlah umpan bukan kepalang,
Maka yang tenang mula bertendang,
Tinggal hanya gemilang yang dikenang.