Duhai Bonda,
Tanpa hadirmu kami pasti tiada,
Sentiasa menasihati kami hindari goda,
Mengajarkan dalam hidup harus berpada,
Agar hidup tak terpalit noda,
Duhai Bonda,
Dodoimu adalah seindah-indah Nada,
Membuat lena terbuai tiada tertunda,
Dalam sedih mu sempat bercanda,
Untuk sembunyi derita yang melanda,
Dodoimu adalah seindah-indah Nada,
Membuat lena terbuai tiada tertunda,
Dalam sedih mu sempat bercanda,
Untuk sembunyi derita yang melanda,
Duhai Bonda,
Kehidupan jelas bagai roda,
Beralun bagai rentak balada,
Namun begitu kasihmu kian berganda,
Kasih itu tanpa syarat dan agenda.
Kehidupan jelas bagai roda,
Beralun bagai rentak balada,
Namun begitu kasihmu kian berganda,
Kasih itu tanpa syarat dan agenda.
Duhai Bonda,
Kasihmu mengukir sejuta tanda,
Tanpa perlu bukti ianya ada,
Tak kan ternilai dengan harta benda,
Tak kan terbeli walau tinggi harga dibida.
Kasihmu mengukir sejuta tanda,
Tanpa perlu bukti ianya ada,
Tak kan ternilai dengan harta benda,
Tak kan terbeli walau tinggi harga dibida.
Terima kasih duhai bonda,
Kerna sanggup melupakan keseronokan zaman muda,
Kerna sanggup melupakan gucci, coach maupun prada,
Kerana sanggup melupakan kereta yang tinggi kuasa kuda,
Demi membahagiakan kami yang montel macam panda.
Kerna sanggup melupakan keseronokan zaman muda,
Kerna sanggup melupakan gucci, coach maupun prada,
Kerana sanggup melupakan kereta yang tinggi kuasa kuda,
Demi membahagiakan kami yang montel macam panda.
-Laundrybar inanam-
-hari ibu 2017-
-hari ibu 2017-


No comments:
Post a Comment