Monday, 11 November 2019

Sepi

Sepi nan mencengkam,
Mata tak mampu ku pejam,
Dalam keterpaksaan ku tempuhi malam,
Terlalu inginku menghulur salam,
Namun, ku dilempar walau mengenggam,
Tercampak jauh ke samudera hitam,
Mungkin, aku punca tercipta dendam,
Bagaikan api dalam sekam,
Api amarahnya yang lama terpendam,
Merah menyala tak mampu ku padam,
Rentung yang putih menjadi hitam,
Yang gula terlihat seperti garam,
Bakarlah aku, andai itu menghentimu membungkam,
Bakarlah aku, andai itu menghapus muram,
Bakarlah aku, andai itu menghapus kisah silam,
Bakarlah aku, andai itu jaminan tenteram,
Bakar saja, walau sakit aku kan faham.

No comments:

Post a Comment