Aku jatuh,
Mungkin kerna terlalu patuh,
Untuk mengejar sesuatu yang kukuh,
Berpijak di atas titian rapuh,
Ombak membadai tetap ditempuh,
Dari subuh ke satu subuh,
Tak mengenal erti jenuh,
Agar mereka dapat berteduh.
Aku jatuh,
Mungkin kerna menurut segala yang disuruh,
Untuk membina tapak yang utuh,
Berhempas bagaikan sang buruh,
Yang melihat hanya berpeluk tubuh,
Melihat dedaunan gugur luruh,
Terus terima menjadi tertuduh,
Tak mampu bergerak semacam lumpuh,
Semoga yang patah kan kembali tumbuh,
Dan yang pedih itu kan kembali sembuh.
No comments:
Post a Comment