Friday, 24 February 2017

Hujan

Hujan melukis sebuah perpisahan.
Mengharus kepergian yang tak hati ikhlaskan.
Dalam kebasahan meneruskan perjalanan,
Mengharap pelangi dibalik titisan.

Hujan, tempat lari dari kegelisahan,
Tempat untuk menyembunyikan perasaan,
Ingin ku berjalan dalam deras hujan,
Agar tiada yang tahu ku dalam tangisan.

Untuk apa berteduh dikala hujan,
Bisiknya bagai candu kerinduan,
Tiap titisnya bagai tinta kenangan,
Gerimis mahupun lebatnya mencipta kesan,

Hidup ini bagaikan pelangi,
Yang perlu pada hujan dan mentari,
Saat kecewa menguasai diri,
Ingatlah, hujan jernih asalnya mendung sepi. 

-kereta mayat-
-24022017-

No comments:

Post a Comment