Semanis semerah buah epal,
Dikupas kulit isinya tebal,
Dulu diudara tangan dikepal,
Sama-sama menggengam medal,
Masa senang semua mengenal,
Masa diatas semua nak kekal,
Masa ditanya semua mengaku handal,
Segala prinsip ditanya hafal.
Bermusim ditatang dan dibelai,
Makan minum tak pernah diabai,
Walau susah, tetap disampai,
Walau diri hancur berderai,
Nampak seolah macam bersantai,
Walhal minda sudah terjuntai,
Jiwa rasa bagai dirantai,
Sedang mereka bercanda di pantai.
Berbumbung di mana dengan siapa,
Ungu tak lagi menjadi tinta,
Mudahnya berjanji sumpah setia,
Diuji sedikit, goyahlah jiwa,
Berganjak kaki melangkah segera,
Hilang genggaman, tinggalkan saudara,
Hidup bagaikan katak di muara,
Melompat tinggi sembunyi dusta.
Bahtera ini makin lesap dari nyata,
Nakhodanya suda kehabisan kata,
Hanya terus lihat melalui mata,
Kerna bicara suda tak bermakna,
Tak mungkin dihalang walau derita,
Tak mungkin dirayu walau terpaksa,
Walaupun berjuta ditaburkan jasa,
Bukan jaminan saudara selamanya.
17022016
-Kantor KF-

No comments:
Post a Comment