Saat ku belum mampu berdiri,
Kau penuh sabar menakhodai,
Saat ku sudah mampu berdiri,
Kau tetap disisi masih memerhati,
Saat aku mampu berjalan sendiri,
Masih kau risau ku rebah nanti,
Saat aku mampu laju berlari,
Risaumu masih lagi tak henti-henti
Saat ku temui bunga di hati,
Tiap kelopak bunga terus kau teliti,
Saat ku jadi raja sehari,
Terukir senyummu walau hatimu nantinya kan sepi,
Saat bungaku berbadan dua,
Kau lebih risau dari ku yg kerap bersua,
Saat lahir putera pujangga,
Kau wanita terbahagia di dunia.
Walau diriku kini punya sang cinta,
Namun di telapak kaki mu tetap semadinya syurga,
Maafkan anakanda andai gagal menghidang bahagia,
Ku harap kasih kau terima apa adanya,
Cinta dan kasih yg telah kau curah,
Tak mampu ku balas walau seluruh dunia ku serah,
Izinkan aku menjadi anak kecilmu sampai bila-bila,
Biarkanlah ku sandar kepalaku di atas riba.
Aku tak mampu untuk membayangkan,
Jika duniaku tanpamu tiadalah kasih berhamparan,
Memang ucapku ini tak mampu menganti segala budi,
Terima kasih bonda, sungguh, kasihmu tiada galang ganti.
-09052015-
No comments:
Post a Comment