Dari pagi sampai ke tengahari,
Kehadiran si capi-capi aku nanti,
Dari penuh pinggan sampai tiada isi,
Dari bersih mulut sampai jadi tahi gigi,
Dari sakit jasad sampai ke sakit hati.
Sebenarnya aku hanya penerjun yg dihantar,
Walau aku bukanlah sepantas halilintar,
Namun jiwa ku sado tak pernah gentar,
Nyala perasaan ini berkobar-kobar,
Tertanya perihal si Eko Pintar.
Kehadiran si capi-capi aku nanti,
Dari penuh pinggan sampai tiada isi,
Dari bersih mulut sampai jadi tahi gigi,
Dari sakit jasad sampai ke sakit hati.
Sebenarnya aku hanya penerjun yg dihantar,
Walau aku bukanlah sepantas halilintar,
Namun jiwa ku sado tak pernah gentar,
Nyala perasaan ini berkobar-kobar,
Tertanya perihal si Eko Pintar.
No comments:
Post a Comment