Wednesday, 8 March 2017

Punca

Jangan ditanya aku punca,
Kerna aku akan kata, tak punya jawabnya,
Walau kau gali sedalam mana tak kan kau pernah jumpa,
Soalnya punca itu mungkin didalam baju si sang penanya.

Bukan, bukan aku mau menyalah,
Sudah, Sudah berkali aku mengalah,
Kata aku umpama angin berlalu tiada diendah,
Nyata, menang berasas pepatah sudah terantuk baru terngadah.

Sudah, terlambat sudah untuk dipersalahkan,
Kau atau dia andai diimbas pasti tak mahu saling melukakan,
Aku, apakah aku hanya fikir diriku punya kepentingan,
Harusnya hati kamu itu aku yang jagakan.

Sesal, terdetik dalam jiwa namun aku harus teguh,
Bukan kerna lebih dari keramaian yang aku butuh,
Hal ini sunguh memakan diri hingga membuat ku jadi jenuh.
Jadi jangan tanya aku punca kerna ia membuatku luluh.

Punca itu akan kembali kepada diriku... Ya, diriku…

No comments:

Post a Comment