Wahai rindu yang selalu dilafazkan,
Yang kepada dua insan bercinta selalu diandalkan,
Walhal rindu kita ini amat luar dari kebiasaan,
Mungkin juga bisa jadi fitnah luar tabii perhubungan.
Rindu… memang aku rindu,
Kadang pelik aku rindu kau lebih dari pencintaku,
Tertanya aku selalu punca kerinduan itu,
Cuma rindu ini tak perlu di sudahi dengan kepuasan nafsu.
Memang rindu itu menyiksakan,
Yang parah kadang ada pertemuan juga bisa meranapkan,
Berbeza dengan kita punya kerinduan dan pertemuan,
merindu riang bermakian bertemu riang bergilaan.
Biarlah rindu ini berterusan sampai sudah,
Harus diakui biarpun indah tapi melolos bukan mudah,
Namun jika kita merencana ketemu di daerah merah.
Seribu alasan seribu jalan ditemui habis isi otak diperah.
Terima kasih rindu…. kernamu percintaan aneh ini terus utuh!
No comments:
Post a Comment