Sebuah mesin nyawanya motor,
Tiap tamadun punya mohor,
Para pemimpin namanya tersohor,
Sedang namaku timbul disaat kotor.
Aku memang tak punya nama,
Kiri kananku penuh stigma,
Namun andai sehari aku tiada,
Maka tercabut indah suasana,
Ketika aku hadir tiada yang sedar,
Ketika aku hilang ramai yang gusar,
Walau bertalu hinaan menyandar,
Tak akan sedikit semangatku pudar.
Senjakala aku bersendiri di anjung,
Sambil melihat tinggi awan menggulung,
Mengenang esok yang harus ku harung,
Aku redha, menjadi seorang pejuang yang tak tersanjung.
-27112014-
No comments:
Post a Comment