Oh... kenapa begitu pantas masa berlalu,
Terlalu singkat pertemuan kita,
Aku harap untuk ketemu lagi,
Wahai kota yg pernah ditakluk oleh si penguasa jingga,
Aku kagum kekuatan jiwa-jiwa yang hidup di dalam mu,
Yang melawan dan bebas sepenuhnya dari cengkaman penakluk,
Jgn pernah percaya si penakluk,
Rundingan pasti ada harganya,
Pasti akan ada mudarat belakang harinya,
Wahai jiwa-jiwa yang hidup didalamnya,
Aku kagum dengan keberanian kamu untuk melawan dan menutup pintu rundingan,
Kerna ada pepatah yang para penakluk cipta katanya "jgn sekali berunding dengan penganas”,
Ya merekalah penganas yang menciptakan pepatah itu,
Dari itu harus lawan, harus menang, dan kamu telah lawan.
Namun sampai saat ini kamu masih tidak aman,
Kerna adanya manusia bachul dan tamak,
Tapi kesatuan kamu amat memikat aku,
Memang jiwa2 kamu telah menyatu,
Sayang shj kamu tiada pemimpin yang bervisi jauh
Aku harap pemimpin yang baru ni bisa merobah hala tuju kamu,
Buat tempat ku berpijak ini,
Aku harap kejatuhanmu wahai lelaki dan boneka si mawar obes tidaklah kamu heret bersama tanah air tercinta ini.
Terlalu singkat pertemuan kita,
Aku harap untuk ketemu lagi,
Wahai kota yg pernah ditakluk oleh si penguasa jingga,
Aku kagum kekuatan jiwa-jiwa yang hidup di dalam mu,
Yang melawan dan bebas sepenuhnya dari cengkaman penakluk,
Jgn pernah percaya si penakluk,
Rundingan pasti ada harganya,
Pasti akan ada mudarat belakang harinya,
Wahai jiwa-jiwa yang hidup didalamnya,
Aku kagum dengan keberanian kamu untuk melawan dan menutup pintu rundingan,
Kerna ada pepatah yang para penakluk cipta katanya "jgn sekali berunding dengan penganas”,
Ya merekalah penganas yang menciptakan pepatah itu,
Dari itu harus lawan, harus menang, dan kamu telah lawan.
Namun sampai saat ini kamu masih tidak aman,
Kerna adanya manusia bachul dan tamak,
Tapi kesatuan kamu amat memikat aku,
Memang jiwa2 kamu telah menyatu,
Sayang shj kamu tiada pemimpin yang bervisi jauh
Aku harap pemimpin yang baru ni bisa merobah hala tuju kamu,
Buat tempat ku berpijak ini,
Aku harap kejatuhanmu wahai lelaki dan boneka si mawar obes tidaklah kamu heret bersama tanah air tercinta ini.
Paris Van Java
-20052015-
No comments:
Post a Comment